Psikososial untuk korban Bencana

Psikososial untuk korban Bencana,-Bencana dapat mengakibatkan kerusakan dan kerugian. Perlu dilakukan upaya pemulihan disemua sektor. Pemulihan yang diarahkan adalah dengan mengindahkan prinsip Pengurangan Risiko Bencana (PRB).

Masyarakat diharapkan menjadi pelaku utama program Prinsip Pengurangan Resiko bencana, Hal ini bertujuan memberikan gambaran keberhasilan suatu wilayah yang mampu melaksanakan PRB

dengan mengembangkan model pendampingan sosial bagi korban bencana, hasil yang dicapai adalah  adanya peran pendampingan sosial yang dilaksanakan oleh tenaga relawan sosial yang professional.

MENGAPA DIPERLUKAN PENDAMPINGAN PSIKOSOSIAL ?

pentingnya pendamping psikososial korban bencana
foto: pendampingan psikososial
  • Untuk Mencegah Agar Keberadaan Kelompok Warga Pada Umumnya Tetap Hidup Tanpa Mengalami Kemunduran.
  • Mendampingi Kelompok Warga Dalam Menjalankan Fungsi Dan Peranan Untuk Meningkatkan Kapasitas Bagi Warga Masyaraka Dampingannya.
  • Memelihara Kelompok Warga Kearah Terwujudnya Kemandirian.

Untuk Menjadi Seorang Pendampingan Psikososial Dibutuhkan Kualifikasi Tertentu

  • Memiliki Kematangan / Kedewasaan Yang Dapat Diandalkan Memiliki Sikap Empaty, Terhadap Masalah Yang Dirasakan Oleh Anggota  Kelompok Masyarakat
  • Memiliki Rasa Tulus, Ikhlas, Jujur, Berani Serta Komitmen Yang Tinggi Kreatif Dalam Setiap Pemecahan Masalah Pendamping Harus Berintegrasi Dengan Kelompok Secara Terus-Menerus.

Prinsip- Prinsip Pendampingan Psikososial

  • Demokratisasi, Artinya setiap pendampingan yang dilakukan tidak didasari oleh dominasi pendamping, akan tetapi berdasarkan berbagai kesepakatan yang dapat dicapai melalui consensus.
  • Partisipatif, Pendampingan haruslah melibatkan seluruh pihak yang berkepentingan dalam proses tersebut. Mulai dari inisiasi gagasan,perencanaaan bersama, program aksi sampai pada pengendalian haruslah melibatkan seluruh elemen program.
  • Non Diskriminasi,  Artinya pendampingan haruslah  menghindarkan diri dari sikap dan tindakan diskriminatif terhadap siapapun. Ia harus berani menerima kondisi obyektif dari sasaran pendampingan.

Peran Petugas Pendampingan Psikososial

Fasilitator

Membantu masyarakat untuk menyadari, mengenali, merumuskan dan mencari pemecahan masalah yang dihadapi.
Adapun tugas Fasilitator adalah :
  • Bersama masyarakat menggali potensi dan sumber  daya aktual yang ada pada dirinya dan lingkungannya
  • Menggali harapan-harapan yang ada pada masyarakat Bersama masyarakat merumuskan masalah-masalah yang dihadapi
  • Memberi pengertian kepada masyarakat akan masalahnya dan bersama-sama mencari pemecahannya.

Motivator

Yakni mendorong, mengajak dan mempengaruhi masyarakat untuk melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalahnya, Adapun tugas Motivator adalah :
  • Menyadarkan dan meyakinkan masyarakat akan kemampuannya untuk mengatasi masalahnya
  • Mendorong masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan sesuai dengan kemampuannya sendiri untuk mengatasi masalah
  • Mengajak masyarakat untuk mengatasi masalahnya sendiri secara bersama-sama tanpa menggantungkan diri kepada pihak lain

Inovator

Yakni bersama masyarakat melahirkan gagasan baru yang sesuai dengan kebutuhan untuk mengatasi masalahnya, Tugas pokok inovator adalah :
  • Meransang masyarakat untuk mencari terobosan-terobosan baru sebagai upaya untuk mengatasi masalahnya
  • Menawarkan gagasan baru kepada masyarakat dalam upaya mengatasi masalahnya

Katalisator

Yakni menghubungkan masyarakat dengan pihak-pihak lain yang biasa membantu, Tugas Katalisator adalah :
  • Memberikan informasi kepada masyarakat pihak-pihak mana saja yang bisa dihubungi untuk memecahkan masalahnya.
  • Membantu masyarakat menghubungi pihak-pihak  yang dibutuhkan.
  • Meyakinkan pihak-pihak lain agar bersedia membantu masyarakat memecahkan masalahnyaa.
  • Mendorong dan membantu masyarakat untuk menjalin hubungan dengan berbagai pihak yang membantu memecahkan masalahnya.

Dinamisator

Yakni menjaga agar masyarakat mempertahankan kelangsungan  kegiatan yang dilakukan untuk mengatasi masalahnya, Tugas dinamisator adalah :
  • Bersama masyarakat untuk melakukan kegiatan dalam upaya memecahkan masalahnya
  • Menawarkan alternative untuk dicoba dilakukan masyarakat apabila mereka jenuh dengan kegiatan yang sedang atau sudah dilakukan
  • Bersama masyarakat memikirkan kegiatan lanjutan dari kegiatan yang sedang dilakukan

Evaluator

Yakni bersama masyarakat menilai, mengukur kemajuan, dan melakukan perbaikan perbaikan yang diperlukan bagi kegiatan yang dilakukan, Tugas evaluator adalah:
  • Bersama masyarakat membuat ukuran-ukuran keberhasilan bagi kegiatan yang dilaksanakan
  • Bersama masyarakat menilai kemajuan kegiatan yang dilakukan
  • Bersama masyarakat memberi umpan balik mengenai kegiatan yang dilakukan
  • Bersama masyarakat melakukan tindakan-tindakan perbaikan yang diperlukan

Advocator

Yakni membimbing, memberi konsultasi,menyadarkan masyarakat akan hak dan kewajibannya serta membela kepentingan masyarakat, Tugas seorang advocator adalah :
  • Memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat tentang berbagai ketentuan dan norma kehidupan
  • Meyakinkan masyarakat akan keberpihakannya terhadap masalah-masalah yang dihadapi masyarakat
  • Melakukan berbagai upaya untuk membela kepentingan kelompok masyarakat, terutama dalam upaya  memecahkan masalah yang dihadapinya. 

 

Baca juga : Bencana alam, non alam, dan sosial

   

Langkah-Langkah Pendampingan Psikososial

  1. Membantu mendampingi kelompok untuk mengidentifikasi persepsi, masalah, kebutuhan, perasaan, pengalaman, kemampuan, nilai dan harapan-harapannya. Pendamping perlu mengkomunikasikan dan membicarakan beberapa hal yang berkaitan dengan pengungkapan faktor penghambat bersama dengan sasaran yang di dampinginya.
  2. Mendampingi kelompok melakukan  analisis tentang beberapa hal yang dianggap penting untuk diselesaikan. Kedudukan pendamping hanya sebatas fasilitator, bukan pengambil keputusan. Analisis yang diperlukan antara lain apa masalahnya, mengapa masalah itu terjadi dan apa yang menjadi akar masalah sesungguhnya, serta kemungkinan mencari berbagai cara pemecahannya.
  3. Mendampingi sasaran untuk mengidentifikasi tentang dukungan, kemampuan serta sumber-sumber dari mana saja yang bisa dijangkau untuk memecahkan masalahnya.
  4. Mendampingi keluarga muda, lansia dan  kelompok rentan lainnya untuk merencanakan pemecahan masalah dan sekaligus cara-cara pemecahannya.
  5. Dalam hal ini seorang pendamping tidak lebih posisinya sebagai fasilitator yang selalu memberikan peluang  untuk menetapkan keputusannya sendiri tanpa campur tangan pendamping.
  6. Namun jika diperlukan pendamping dapat memberikan sumbangan pemikiran untuk menyelesaikan masalah terbaik bagi keluarganya.
  7. Mendampingi sasaran untuk melakukan evaluasi diri dan mengatur dirinya sendiri untuk melaksanakan langkah-langkah lanjutan. Evaluasi dan pengaturan diri sangat penting bagi sasaran dalam rangka melakukan introspeksi dan sekaligus retrospeksi terhadap upaya yang dilakukan, untuk kemudian digunakan sebagai alat memantapkan upaya pemecahan masalah pada tahap berikutnya.

Belum ada Komentar untuk "Psikososial untuk korban Bencana"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel